Home

Photo courtesy of Adia Prabowo

Iron Maiden dibentuk tahun 1975. Mungkin mayoritas dari kalian yang membaca post ini belum lahir saat itu, termasuk saya, tentunya. Dan tepat 36 tahun kemudian, pasir di pantai Carnaval Ancol menjadi saksi dari sebuah momen bersejarah bagi dunia musik nusantara saat kontingen New Wave Of British Heavy Metal itu beraksi di hadapan publik Jakarta. Saya salah satu di antara mereka yang malam itu tergolong sangat beruntung bisa menyaksikannya.

Tidak usah dijabarkan betapa beruntungnya saya bisa ada di sana malam itu. Yang jelas, semesta berkonspirasi untuk memuluskan jalan saya menuju pantai Carnaval sekaligus selamat mengantarkan saya pulang. Cukup satu kalimat untuk mendefinisikannya: saya adalah bajingan yang beruntung. Harhar.

Aksi panggung yang tidak kenal lelah, dekorasi panggung yang membuat rahang selalu menganga penuh pesona, tata suara gagah membahana (meski sering mengganjal di telinga, mungkin karena faktor venue yang berada di pantai) hingga deretan gimmick pemanis sekaligus pemanas konser yang menghiasi pertunjukan.

Langit Ancol tampak mistis malam itu dengan lingkaran halo yang mengelilingi bulan purnama bertahta di angkasa. Di kejauhan, tampak kilat berkelebat sesekali. Sungguh sebuah situasi yang cocok dunia-akhirat untuk menyaksikan Iron Maiden.

Sebanyak 16 lagu dengan durasi total hampir 2 jam dibawakan. Bruce Dickinson, yang sudah berusia 52 tahun, beraksi pecicilan di atas panggung hampir tanpa henti. Berani taruhan, kamu yang berusia 22 tahun tidak akan selamat lebih dari 30 menit saat diadu stamina dengan Bruce. Aksi pemikat mata paling apik ditunjukkan oleh Janick Gers yang di akhir pertunjukan beberapa kali memperkosa Stratocaster-nya. Steve Harris Yang Maha Esa tentunya juga tidak lupa mempertontonkan gaya khas senapan mesinnya sambil berduet menjaga ritme dengan Nicko McBrain. Sementara Dave Murray dan Adrian Smith yang walau jarang beraksi spektakuler, tetap layak (dan harus) mendapat acungan enam ratus enam puluh enam jempol. Sebuah pertunjukan yang hampir tanpa cela, minor distraksi dan menghasilkan mega ejakulasi.

Dibuka dengan tembang “Satellite 15.. The Final Frontier” dan ditutup dengan “Running Free”, tiga lagu pertama kualitas suara masih naik-turun dan sesungguhnya tidak pernah benar-benar stabil sepanjang pertunjukan. Backdrop panggung utama yang bergambar langit dengan ornamen yang menyala membawa kita seperti sedang berada di planetarium. Latar belakang itu hampir selalu berubah menyesuaikan tembang yang dibawakan. Kejutan yang dinanti-nanti hadir di lagu terakhir pra encore, “Iron Maiden”. Itulah saat dimana robot Eddie yang setinggi hampir 4 meter keluar dan menyapa penonton. Sebuah atraksi yang jarang ditemui dari aksi mancanegara.

Legiun kaus hitam, deretan lelaki paruh baya yang masih mengenakan seragam kerja, pasukan rambut gondrong, laskar kulit berwarna hingga keluarga yang mengajak serta anak mereka adalah pemandangan yang umum ditemui. Bayangkan sebuah istighosah heavy metal yang melebur batas antara ras, usia dan agama. Tidak perduli kamu Ahmadiyah atau bukan, semua yang hadir malam itu adalah Jama’ah Maideniyah. Dipersatukan atas nama kecintaan terhadap Iron Maiden.

“Yeaargh!” adalah “Amiin” versi baru yang dilantangkan berjamaah ketika sang imam Dickinson berulang kali bertakbir “Scream for me, Jakartaaaa!!” kepada para makmumnya. Dan wajah-wajah dengan lekuk gembira tampak di kerumunan pasca acara. Mereka telah menjadi Troopers yang mabrur.

Advertisements

One thought on ““Shhek-kriim for me, Jakartaaaaaaaaaahh!!!”

  1. Pingback: iron maiden in jakarta 2011. momen yang bersejarah – m/ « hidup di kota ini, di zaman ini, bersama yoshi fe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s